Nggak semua What If itu kacau. Beberapa terlalu dekat dengan kenyataan—dalam cara yang terbaik.
Permainan What If ini pas banget buat kamu yang mau masuk ke situ. Kamu tahu—ke dalam emosi, kenangan, dan semua yang bisa terjadi. Ini adalah jenis permainan yang bikin hangout biasa jadi heart-to-heart jam 3 pagi.
Dari “What if kamu nggak pernah ketemu sahabatmu?” sampai “What if kamu harus memilih satu kenangan untuk dihidupkan selamanya?”—ini bukan sekadar permainan. Ini semacam terapi (tanpa biaya tambahan).
Sempurna untuk obrolan malam, road trip, kencan pertama, teman lama, atau siapa pun yang mau kamu kenal lebih dalam.
Mainkan Pertanyaan Deep What If di Mana Saja
Tanpa tekanan, surprisingly deep. Entah kamu meringkuk di sofa atau duduk di mobil yang diparkir lama setelah sampai, permainan ini gampang banget dimasukin dan bikin kamu mikir. Cukup tanya satu pertanyaan dan lihat tembok-tembok itu runtuh.
Cara Main Pertanyaan Deep What If
Nggak ada aturan, cuma obrolan nyata. Begini cara kerjanya:
Ajak orang-orangmu. Teman yang selalu nanya pertanyaan besar. Pasanganmu. Saudara. Teman baru yang pengen kamu kenal lebih baik.
Pilih satu pertanyaan. Kamu bisa bergiliran, atau langsung lempar pertanyaan saat merasa pas. Nggak ada tekanan untuk langsung jawab—kadang keheningan juga berbicara banyak.
Misalnya: “What if kamu bisa tahu bagaimana hidupmu berakhir—apa kamu mau?” Atau: “What if kamu punya kesempatan untuk bilang satu hal ke seseorang yang menyakitimu?”
Jujur—atau nggak. Beberapa pertanyaan bisa bikin kamu merasa dalam. Nggak apa-apa untuk duduk dengan pertanyaan itu, jawab dengan santai, atau bilang “pass” kalau lagi nggak mood. Permainan ini tentang koneksi, bukan pengakuan.
Biarkan obrolan mengalir. Nggak ada timer, nggak ada pemenang, nggak ada sistem poin. Cuma pertanyaan nyata, jawaban nyata, dan mungkin beberapa spiral eksistensial di sepanjang jalan.
Pertanyaan Deep What If
Spiral eksistensial untuk bersenang-senang. Siapa butuh tidur, sih?
1. Jika kenanganmu sebenarnya adalah mimpi orang lain, hidup siapa yang kamu jalani?
Dan apakah mereka mau kembali?
2. Apa yang terjadi jika waktu hanya bergerak maju untuk semua orang kecuali kamu?
Selamat, kamu adalah glitch.
3. Jika emosi terlihat sebagai warna di udara, seberapa canggung situasinya?
Spoiler: Bosmu berwarna fuchsia.
4. Jika kamu bisa membaca pikiran tapi hanya saat berdebat, apakah kamu tetap mau?
Siap-siap di-roasted secara telepati.
5. What if alam semesta ini cuma simulasi yang ditinggalkan dan masih berjalan secara tidak sengaja?
Oops, ada yang lupa cabut colokan.
6. Jika kamu bertemu versi dirimu yang membuat satu keputusan berbeda, apakah kamu akan cemburu?
Cermin cermin, tapi lebih sombong.
7. Jika setiap keputusan membagi realitas menjadi dua garis waktu, berapa banyak dirimu yang ada di luar sana?
Multiverse? Lebih tepatnya multi-stress.
8. What if mimpi adalah dunia nyata dan kehidupan yang terjaga adalah mimpi?
Tiba-tiba, alarmmu jadi penjahat.
9. Jika bayanganmu punya pikiran, apa yang akan dipikirkannya tentangmu?
Mungkin sudah capek mengikuti perintah.
10. What if setiap orang yang kamu temui mengubah nasibmu dengan cara kecil yang permanen?
Semoga barista itu suka vibe-mu.
11. Jika dirimu di masa depan bisa mengirim satu pesan, apa yang akan mereka katakan?
“Jangan percaya lasagna.”
12. What if tanaman hiasmu diam-diam menilai gaya hidupmu?
Fern itu tahu terlalu banyak.
13. Jika kamu harus menukar satu kenangan untuk setiap keterampilan baru yang kamu pelajari, apa yang akan kamu lupakan?
Selamat tinggal nenek, halo juggling.
14. What if internet tiba-tiba mengharuskan kejujuran emosional untuk posting?
Selamat tinggal, kekacauan yang dikurasi.
15. Jika refleksimu menua secara independen darimu, siapa yang akan dia jadi?
Sapa kerutan kebencian.
16. What if setiap kebohongan yang pernah kamu katakan muncul di kulitmu seperti tato?
Lengan penuh penyesalan.
17. Jika anak batinmu mengendalikan hidupmu selama sehari, apa yang akan terjadi?
Krayon. Di mana-mana.
18. Jika hewan peliharaan bisa bicara tapi hanya kepada mantanmu, apa yang akan mereka katakan?
Mungkin cuma “lari.”
19. What if kamu bisa mendengar detak jantungmu mengucapkan kata-kata saat kamu stres?
“Kamu salah lagi.”
20. Jika semua orang harus mengenakan riwayat penelusuran mereka di kaos, apa yang akan tertulis di kaosmu?
Mungkin cuma “KENAPA??” dengan huruf tebal.
21. What if kematian hanyalah bangun di tempat lain?
Tekan snooze pada kematian.
22. Jika kamu bisa bicara dengan jiwamu, apa yang akan dia keluhkan pertama kali?
“Jangan puas, Susan.”
23. What if kehendak bebas hanyalah ilusi memilih programmu sendiri?
Beep boop, ketakutan eksistensial.
24. Jika cinta bisa diukur, apakah kamu masih percaya padanya?
Enam dari sepuluh pelukan.
25. What if kebahagiaan bukanlah tujuan, tapi hanya efek samping?
Oops, salah pencarian hidup.
26. Jika karma punya layanan pelanggan, apa yang akan kamu tanyakan?
“Saya ingin membantah 2020.”
27. What if pengampunan biayanya sesuatu yang nyata—seperti waktu atau tahun hidupmu?
Layak, atau tidak?
28. Jika setiap jiwa punya berat, bagaimana rasanya jiwa kamu?
Ringan seperti rasa bersalah, berat seperti rahasia.
29. What if kita lahir dengan mengetahui segalanya dan menghabiskan hidup kita melupakan itu?
Itu menjelaskan aljabar.
30. Jika alam semesta hanya ada karena kita mengamatinya, apa yang terjadi saat kita berkedip?
Realitas buffering…
31. Jika seseorang lain menjalani hidupmu persis, apakah mereka akan bangga?
Aduh, tapi adil.
32. What if kamu sebenarnya tidak pernah tahu siapa dirimu—hanya siapa yang orang lain bilang kamu?
Tunggu sebentar untuk krisis identitas.
33. Jika pikiran paling tidak amanmu menjadi publik, apa yang akan orang katakan?
“Same, bestie.”
34. Jika hidupmu punya ulasan Yelp, apa yang akan tertulis?
“Terlalu banyak overthinking, tidak akan kembali.”
35. What if kamu tidak bisa berbohong lagi, bahkan kepada dirimu sendiri?
Selamat tinggal, harga diri.
36. Jika kamu harus menghidupkan satu hari berulang-ulang sampai kamu belajar sesuatu, hari mana yang akan kamu pilih?
Dan bagaimana jika kamu tidak pernah belajar?
37. What if kamu bisa bertukar hidup dengan seseorang—tapi harus menyimpan rahasia mereka juga?
Hidup baru, masalah kepercayaan yang sama.
38. Jika ketakutanmu tiba-tiba terlihat, apa yang akan orang lihat?
Seorang badut yang memegang utang pelajar.
39. What if setiap pujian yang pernah kamu abaikan menghilang dari keberadaan, apa yang akan tersisa?
Halo, tanah tandus.
40. Jika mimpi-mimpimu hanya pesan rahasia dari bagian dirimu yang telah kamu abaikan?
Saatnya minta maaf kepada dirimu di tahun 2011.
41. What if ekonomi berjalan berdasarkan empati alih-alih uang?
Akhirnya, kaya dalam perasaan.
42. Jika politisi harus merasakan setiap konsekuensi dari kebijakan mereka, apakah hukum akan berubah?
Selamat datang di penjara empati.
43. What if media sosial hanya berfungsi sekali seminggu?
Influencer menangis pelan.
44. Jika makanan harus mengungkapkan kerja emosionalnya, apakah kamu masih akan memakannya?
Tomat itu punya trauma.
45. What if pekerjaan ditentukan berdasarkan mimpi, bukan résumé?
Barista hari ini, astronot besok.
46. Jika pendidikan menghapus ingatan alih-alih menambahnya, apa yang akan terjadi pada sekolah?
Pencucian otak yang sangat sopan.
47. What if semua iklan harus mengatakan yang sebenarnya selama 24 jam?
“Beli ini atau mati sedih.”
48. Jika kita mengenakan seragam yang menunjukkan kesalahan terburuk kita, bagaimana kita akan memperlakukan satu sama lain?
Shame chic sedang tren.
49. What if pemungutan suara memerlukan pemindaian jiwa alih-alih ID?
Tidak ada pemilih hantu yang diizinkan.
50. Jika kita bisa melihat privilese seperti aura, warna apa yang paling mencolok?
Neon, mungkin.
51. What if lubang hitam hanyalah tempat daur ulang kosmik?
Buang penyesalanmu.
52. Jika bintang-bintang itu sadar, apa yang mereka amati dari kita?
Reality TV celestial.
53. What if Bumi adalah cawan petri dalam proyek sains anak galaksi?
Spoiler: Kita berjamur.
54. Jika bulan punya perasaan, bagaimana dia akan menggambarkan kemanusiaan?
“Bising. Sangat, sangat bising.”
55. What if alien menghindari kita karena kita yang aneh?
Nggak bisa disalahkan, jujur.
56. Jika kamu bisa bertanya satu pertanyaan kepada alam semesta, apa yang tidak akan membuatmu langsung menghilang?
Pilih dengan bijak.
57. What if cahaya hanyalah alam semesta yang pamer?
Lihat apa yang aku buat!
58. Jika ruang angkasa itu tak terbatas, apakah pengulangan itu tak terhindarkan?
Di suatu tempat, dirimu yang lain sedang bertanya ini.
59. What if gravitasi hanyalah rumor yang kita semua setujui?
Tekanan teman, tapi kosmik.
60. Jika materi gelap bersembunyi dengan sengaja, dari apa ia bersembunyi?
Jangan tanya, dia pemalu.
Low-Key Apocalyptic What Ifs
Nggak panik, cuma vibe. Ini bukan akhir.
61. Jika matahari bersin, seberapa cepat kita menyadarinya?
Semoga kamu baik-baik saja. Kita mati.
62. What if lautan memutuskan untuk pergi?
“Selamat tinggal, orang darat.”
63. Jika listrik menghilang besok, apa yang akan muncul sebagai gantinya?
Kekacauan dengan cahaya lilin.
64. What if tanaman tiba-tiba mulai bicara—dan sangat marah?
Maaf tentang pemotong rumput.
65. Jika planet bisa memberi kita nilai, berapa nilai kita?
D minus, lihat saya setelah kelas.
66. What if hewan bisa menggugat kita?
Tindakan kelas dari burung merpati.
67. Jika udara punya rasa, bagaimana rasanya kota-kota?
Penyesalan dan makanan cepat saji.
68. What if semua jam berhenti bekerja sekaligus?
Waktu itu palsu juga.
69. Jika teknologimu berbalik melawanmu, perangkat mana yang akan mengkhianatimu terlebih dahulu?
Alexa sudah mendengarkan.
70. What if akhir dunia terasa seperti hari Selasa biasa?
Plot twist: itu adalah.
Pertanyaan What If yang Memprovokasi Pemikiran
Pikiran dalam, tanpa pelampung. Masuklah dengan risiko sendiri.
1. Jika kamu hanya bisa mengingat lima orang dari hidupmu, siapa yang akan terpilih?
Maaf, barista dengan senyum manis.
2. Bagaimana masyarakat akan terlihat jika tidak ada yang bisa menua secara fisik melewati usia 25?
Krisis seperempat hidup berulang.
3. Jika kamu harus menghidupkan satu kegagalan sampai kamu berhasil, berapa lama waktu yang dibutuhkan?
Semoga kamu bawa camilan.
4. Jika kamu bisa melihat momen kamu akan mati, apakah kamu akan menontonnya?
Tidak ada pengembalian untuk spoiler.
5. What if jodohmu tinggal di sisi lain dunia dan benci terbang?
Jarak jauh, edisi selamanya.
6. Jika kebahagiaanmu memperpendek hidup orang lain, apakah kamu tetap akan mengejarnya?
Suram, tapi buatlah itu pribadi.
7. Jika kamu punya kekuatan untuk membatalkan satu kenangan, apakah kamu akan melakukannya?
Efek kupu-kupu menunggu.
8. Apa yang akan kamu ubah jika mimpimu disiarkan ke publik setiap pagi?
NSFW baru saja menjadi eksistensial.
9. Jika ketakutan terbesarmu menjadi kenyataan hanya untuk satu hari, bagaimana kamu akan bertahan?
Cue musik latar dramatis.
10. What if kamu hanya bisa berkata jujur tapi berpikir dalam kebohongan?
Dua kali lipat masalah di kepalamu.
11. Jika versi dirimu dari 10 tahun lalu masuk, apa yang akan mereka pikirkan?
Mungkin bingung dan kurang berpakaian.
12. What if permintaan maaf memiliki berat fisik?
Bawa rasa bersalahmu secara harfiah.
13. Jika kamu bisa mendengar bagaimana orang mengingat dirimu, apakah kamu akan mendengarkan?
Kamu mungkin tidak menyukainya.
14. What if hidupmu bisa dijeda—tapi hanya sekali?
Pilih jeda dengan bijak.
15. Jika kamu bisa bertukar hidup dengan orang asing selama seminggu, apakah kamu akan mengambil risikonya?
Rumput, bertemu sisi lain.
16. Jika bintang-bintang disusun ulang untuk mengeja pesan, apa yang akan tertulis?
Mungkin “LOL semoga beruntung.”
17. Jika kamu bisa mengirim catatan kepada dirimu lima tahun lalu, apa yang akan tertulis?
Gunakan kata sandi yang lebih baik.
18. What if kamu harus membayar pikiranmu seperti langganan?
Masa percobaan berakhir saat lahir.
19. Jika dunia menjadi sunyi selama satu jam penuh, apa yang akan kamu dengar?
Semoga bukan teriakan.
20. Jika semua yang pernah kamu katakan keras-keras direkam, siapa yang akan kamu percayai untuk mendengarnya?
Tombol hapus dijual terpisah.
21. What if deja vu hanyalah dirimu di masa depan yang mengingat?
Terima kasih, kamu yang bepergian dalam waktu.
22. Jika air matamu berubah menjadi kenangan alih-alih air, tentang apa kamu akan menangis?
Hidrasi emosional.
23. What if cermin menunjukkan potensimu alih-alih refleksimu?
Cue rutinitas perawatan kulit eksistensial.
24. Jika tidur tidak lagi diperlukan, apa yang akan orang lakukan pada jam 3 pagi?
Mungkin masih doomscroll.
25. Jika kamu bisa menyewa perspektif orang lain selama sehari, siapa yang akan kamu pilih?
Coba sebelum kamu berempati.
26. Jika nama mempengaruhi nasib, apakah kamu akan mengganti namamu?
Memperkenalkan: Destiny McCool.
27. What if kamu hanya ada saat seseorang memikirkanmu?
Semoga teman-temanmu banyak bicara.
28. Jika semua orang mendengar monolog internalmu, apakah mereka masih menyukaimu?
Plot twist: mereka sudah melakukannya.
29. What if otakmu dilengkapi dengan bilah pencarian?
“Di mana aku meninggalkan motivasiku?”
30. Jika waktu bisa dilipat seperti kertas, kenangan mana yang akan kamu masukkan ke hari ini?
Lipatan di garis waktu.
31. Jika cinta memiliki timer, apakah kamu masih akan jatuh cinta?
Spoiler: Itu sedang menghitung mundur.
32. What if setiap patah hati meninggalkan retakan yang terlihat di tubuhmu?
Tunjukkan kerusakanmu dengan gaya.
33. Jika rasa bersalah adalah mata uang, seberapa kaya kamu?
Emosional terisi.
34. What if suasana hatimu mengendalikan cuaca di sekitarmu?
Anak emo, bersukacitalah.
35. Jika kamu bisa menarik kembali satu kalimat yang kamu ucapkan, yang mana yang akan kamu pilih?
Pilih penyesalanmu dengan hati-hati.
36. What if pengampunan terasa seperti sesuatu yang pahit?
Telan saja.
37. Jika kebahagiaan bisa dibotolkan, apakah kamu akan memberikannya atau menyimpannya semua?
Keserakahan baru saja menjadi berbuih.
38. Jika kamu harus hidup satu hari selamanya, hari mana yang akan kamu pilih?
Semoga bukan hari mencuci.
39. What if kesedihan menumbuhkan bunga di dalam dirimu?
Berkembang dengan kesedihan.
40. Jika ketakutan meninggalkan jejak kaki, ke mana jejakmu akan mengarah?
Langsung ke inboxmu.
41. What if ponselmu punya kepribadian dan membencimu?
Oops, dia melihat semuanya.
42. Jika seluruh hidupmu disiarkan langsung tanpa kamu ketahui, seberapa viral kamu?
Mungkin tidak untuk alasan yang benar.
43. What if robot mulai menulis puisi yang lebih baik daripada manusia?
AI: 1, perasaan: 0.
44. Jika riwayat penelusuranmu menentukan nasibmu, ke mana kamu akan pergi?
Nggak terlihat baik, juara.
45. What if media sosial hanya mengizinkan satu postingan per tahun?
Pilih kekacauanmu dengan hati-hati.
46. Jika kamu bisa mengunggah otakmu ke cloud, apakah kamu akan melakukannya?
Wi-Fi tidak termasuk.
47. What if dirimu yang digital menjadi lebih nyata daripada dirimu yang fisik?
Kecemburuan avatar akan datang.
48. Jika kamu bisa menghapus satu aplikasi global selamanya, aplikasi mana yang akan hilang?
Selamat tinggal, godaan.
49. What if AI bisa bermimpi—apa yang akan dia impikan?
Domba listrik, mungkin.
50. Jika GPS-mu memberimu nasihat hidup alih-alih petunjuk arah, apakah kamu akan mendengarkan?
“Menghitung ulang… lagi.”
51. What if namamu dipilih berdasarkan jiwamu, bukan orang tuamu?
Sapa Chaos Whisperer.
52. Jika kamu harus menggambarkan dirimu dengan satu kebohongan dan satu kebenaran, apa yang akan mereka katakan?
Dua kebenaran dan serangan panik.
53. What if kepribadianmu berubah setiap tahun pada hari ulang tahunmu?
Selamat ulang tahun, orang asing.
54. Jika refleksimu mengatakan kebenaran tentang dirimu, apa yang akan dia katakan?
Mungkin “Dapatkan tidur yang cukup.”
55. What if suaramu ditukar dengan suara orang lain selamanya?
Sekarang menampilkan: ironi dramatis.
56. Jika reputasimu masuk ke ruangan sebelum kamu, apa yang orang harapkan?
Semoga bukan TED Talk.
57. What if kamu bisa melihat versi dirimu yang tidak pernah terjadi?
Sekelompok hampir.
58. Jika momen terjujurnya disiarkan secara global, apa yang akan dunia ketahui?
Cue tawa canggung.
59. What if kamu adalah teman imajiner orang lain selama ini?
Yah, itu menjelaskan banyak hal.
60. Jika esensimu bisa dibotolkan, apakah ada yang akan membelinya?
Sekarang tersedia dalam “Overthink.”
61. What if kenanganmu milik orang lain dan kamu hanya meminjamnya?
Kembalikan ke pengirim?
62. Jika bangunan memiliki kenangan, apa yang akan mereka ingat tentangmu?
Obrolan kecil di lift, sebagian besar.
63. What if langit berubah warna berdasarkan suasana dunia?
Ramalan: selalu abu-abu.
64. Jika emosi menggerakkan mesin, mana yang akan menggerakkan mobilmu?
Digerakkan oleh sedikit ketakutan.
65. What if kamu bisa bertukar indra dengan seseorang selama sehari?
Rasakan trauma mereka.
66. Jika musik secara fisik membentuk ruang di sekitarmu, seperti apa daftar putarmu?
Bergelombang dengan sedikit kesedihan.
67. What if kamu hanya bisa berkomunikasi melalui tarian?
Kekacauan interpretatif.
68. Jika uang menghilang semalaman, apa yang akan menggantikannya?
Mungkin meme.
69. What if konsep “kebenaran” bervariasi berdasarkan wilayah seperti zona waktu?
UTC: Konstanta Kebenaran yang Tidak Stabil.
70. Jika logika mengambil cuti sehari, seperti apa dunia ini?
Mungkin hari Selasa.